Walaupun
Himbauan hemat energi seringkali didengang-dengungkan di seantero negeri ini,
tapi tetap saja dalam praktik keseharian, banyak yang mengabaikannya. Baik di
rumah maupun di Perkantoran. Dalam blog ini saya ingin bercerita tentang hemat
energi di perkantoran.
Saya
sebenarnya nggak punya data, berapa persen dari perkantoran di negeri ini yang stafnya
berbudaya ramah lingkungan di kantor. Namun kalau boleh saya katakan, dari
pengalaman saya berkunjung ke berbagai kantor, umumnya kesadaran hemat energi
belum sampai mendarah daging.
Siang
Hari banyak kantor yang menyalakan lampunya. Belum lagi pemakaian AC, komputer
yang tidak dimatikan meski tidak dipakai, konsumsi kertas yang berlebihan, dan
sebagainya.
Di
sebuah institusi di Aceh, Tempat saya Bekerja para staf tidak merasa
menghambur-hamburkan energi. Tak cuma level staf biasa yang sering menyalakan
dan meninggalkan Komputer di mejanya dalam kondisi hidup berjam-jam.
Pemimpinnya, pun berlaku sama.
Padahal
saya yakin, mereka tahu bahwa minyak bumi, gas alam, dan batu bara yang
dikatakan sebagai bahan bakar fosil
diperkirakan akan habis . Bahan bakar fosil adalah sumber daya tak terbarukan
karena perlu jutaan tahun untuk terbentuk.Sumber yang ada saat ini lebih cepat
habis ketimbang terbentuk yang baru.
Dan,
mereka juga tahu, ada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2008,
revisi dari Inpres Nomor 10 Tahun 2005
tentang Penghematan Energi, yang
menginstruksikan kepada pimpinan lembaga pemerintahan baik pusat
maupun daerah untuk melakukan
langkah-langkah dan inovasi penghematan energi
dan air di instansi masing-masing. Upaya itu di antaranya terkait penghematan lampu penerangan, pendingin
udara, dan peralatan yang menggunakan
energi listrik, bahan bakar minyak, atau gas.
Entah,
apa institusi-institusi memiliki semacam panduan (SOP) untuk melakukan
penghematan energi. Dan kalaupun memiliki SOP, apakah SOP itu diterapkan
sungguh-sungguh? Bagaimana dengan kantor Anda? Apakah Anda termasuk staf yang
mendukung gerakan hemat energi untuk kantor Anda, atau Anda apatis dengan hal ini?
Berikut
beberapa tips-tips untuk berhemat listrik di kantor berdasarkan pemikiran yang
sederhana mudah-mudahan bermanfaat.
A.Lampu
dalam ruangan
Matikan
lampu bila ruangan tidak digunakan.
Pergunakan
lampu hemat energi (LED), bila perlu yang dilengkapi motion sensor walau mahal
diawal tapi banyak manfaat yang didapat tentunya peningkatan efisiensi.
Instalasikan
penerangan dengan beberapa saklar central sehingga mudah untuk mengatur
pemakaian lampu sesuai kebutuhan.
Buka
gorden atau tirai di siang hari hingga penerangan alami bisa digunakan.
Bersihkan
lampu yang berdebu, karena debu bisa mengurangi intensitas penerangan.
Pergunakan
warna muda/cerah untuk dinding dan langit-langit.
Atur
perabotan dengan baik agar tidak menghalangi cahaya.
B.Lampu
luar ruangan
Gunakan
Lampu taman Tenaga Solar Yang akan menyala Automatis dimalam Hari dan Mati saat
matahari muncul. MAHAL! Tidak sekali lagi ini untuk efisiensi dan investasi
kedepan.
Gunakan
lampu LED dengan sensor cahaya pada area luar ruangan.
Instalasikan
listrik dengan sakiar Terpusat sehingga mudah untuk mengatur pemakaian lampu
sesuai kebutuhan.
Tips
menghemat listrik pada penggunaan kulkas
Pintu
kulkas harus ditutup rapat, buka jika perlu.
Atur
suhu kulkas sesuai kebutuhan.
Jangan
memasukkan makanan dan minuman yang masih panas.
Tempatkan
kulkas jauh dan sumber panas.
Tips
menghemat listrik pada penggunaan AC
Matikan
AC bila ruangan tidak dipergunakan dalam waktu Iama
Nyalakan
AC 1 jam sesudah jam kerja dimulai dan matikan AC 1 jam sebelum jam kerja
berakhir.
Tutup
pintu dan jendela jika AC sedang menyala.
Atur
suhu AC sesuai kebutuhan, sekitar 23-25°C, semakin dingin suhu semakin besar
konsumsi listriknya.
Pergunakan
kaca film pada jendela ruangan.
Gunakan
timer untuk mengatur pemakaian agar sesuai kebutuhan.
Bersihkan
AC secara berkala.
Tips
menghemat listrik pada penggunaan mesin fotocopy
Pergunakan
fungsi “energy saver” pada mesin fotocopy jika mesin tidak digunakan.
Langsung
matikan mesin (tombol power off atau cabut stop kontak) jika tidak digunakan
dalam waktu yang sangat lama, misalkan pada jam istirahat atau jam pulang
kantor.
Tips
menghemat listrik pada penggunaan peralatan audio video
Atur
volume sesuai kebutuhan.
Sebaiknya
matikan alat jika tidak digunakan, hindari penggunaan “standby mode”.
Jika
tersedia, pergunakan fungsi timer sebaik-baiknya untuk mengatur pemakaian
peralatan.
Bila
perlu, gunakan stop kontak dengan sakiar on/off, agar lebih mudah mematikan
peralatan listrik.
Tips
menghemat listrik pada penggunaan komputer dan printer
Matikan
layar monitor apabila istirahat.
Hindari
penggunaan screensaver, karena akan merubah setting layar monitor untuk selalu
aktif.
Pergunakan
resolusi display dan brightness yang rendah.
Pergunakan
wallpaper dengan warna hitam.
Atur
“Power Setting” agar monitor dapat menset power “off’ secara otomatis.
Matikan
komputer (CPU) UPS dan monitor bila tidak digunakan dalam waktu lama.
Tips
menghemat listrik pada penggunaan pompa air
Gunakan
Tangki penampungan (tandon), Gunakan Stopkran Central untuk mengatur Arah
Aliran Air sesuai Kebutuhan
Gunakan
Timer beserta auto stop Kran agar Aliran Air Berhenti sesuia dengan waktu yang
telah diatur.
Batasi
penggunaan air untuk utilitas seperti air Mencuci kendaraan lebih lebih
kenderaan pribadi. Penggunaan air untuk proyek pembangunan gedung kantor dan
sebagainya.
Ada
baiknya untuk memeriksa instalasi saluran air, terutama untuk menghindari
kebocoran air
Gunakan
auto stop Water sprinkle untuk menyiram tanaman.
Source: http://greensavitri.blogspot.com/2011/07/hemat-energi-di-kantor.html
Source: http://greensavitri.blogspot.com/2011/07/hemat-energi-di-kantor.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar