Minggu, 25 Mei 2014

Hemat Listrik Di Kantor



Walaupun Himbauan hemat energi seringkali didengang-dengungkan di seantero negeri ini, tapi tetap saja dalam praktik keseharian, banyak yang mengabaikannya. Baik di rumah maupun di Perkantoran. Dalam blog ini saya ingin bercerita tentang hemat energi di perkantoran.

Saya sebenarnya nggak punya data, berapa persen dari perkantoran di negeri ini yang stafnya berbudaya ramah lingkungan di kantor. Namun kalau boleh saya katakan, dari pengalaman saya berkunjung ke berbagai kantor, umumnya kesadaran hemat energi belum sampai mendarah daging.

Siang Hari banyak kantor yang menyalakan lampunya. Belum lagi pemakaian AC, komputer yang tidak dimatikan meski tidak dipakai, konsumsi kertas yang berlebihan, dan sebagainya.

Di sebuah institusi di Aceh, Tempat saya Bekerja para staf tidak merasa menghambur-hamburkan energi. Tak cuma level staf biasa yang sering menyalakan dan meninggalkan Komputer di mejanya dalam kondisi hidup berjam-jam. Pemimpinnya, pun berlaku sama.

Padahal saya yakin, mereka tahu bahwa minyak bumi, gas alam, dan batu bara yang dikatakan  sebagai bahan bakar fosil diperkirakan akan habis . Bahan bakar fosil adalah sumber daya tak terbarukan karena perlu jutaan tahun untuk terbentuk.Sumber yang ada saat ini lebih cepat habis ketimbang terbentuk yang baru.

Dan, mereka juga tahu, ada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2008, revisi  dari Inpres Nomor 10 Tahun 2005 tentang Penghematan Energi, yang  menginstruksikan kepada pimpinan lembaga pemerintahan baik pusat maupun  daerah untuk melakukan langkah-langkah dan inovasi penghematan energi  dan air di instansi masing-masing. Upaya itu di antaranya terkait  penghematan lampu penerangan, pendingin udara, dan peralatan yang  menggunakan energi listrik, bahan bakar minyak, atau gas.

Entah, apa institusi-institusi memiliki semacam panduan (SOP) untuk melakukan penghematan energi. Dan kalaupun memiliki SOP, apakah SOP itu diterapkan sungguh-sungguh? Bagaimana dengan kantor Anda? Apakah Anda termasuk staf yang mendukung gerakan hemat energi untuk kantor Anda, atau Anda apatis dengan hal ini?

Berikut beberapa tips-tips untuk berhemat listrik di kantor berdasarkan pemikiran yang sederhana mudah-mudahan bermanfaat.

A.Lampu dalam ruangan
Matikan lampu bila ruangan tidak digunakan.
Pergunakan lampu hemat energi (LED), bila perlu yang dilengkapi motion sensor walau mahal diawal tapi banyak manfaat yang didapat tentunya peningkatan efisiensi.
Instalasikan penerangan dengan beberapa saklar central sehingga mudah untuk mengatur pemakaian lampu sesuai kebutuhan.
Buka gorden atau tirai di siang hari hingga penerangan alami bisa digunakan.
Bersihkan lampu yang berdebu, karena debu bisa mengurangi intensitas penerangan.
Pergunakan warna muda/cerah untuk dinding dan langit-langit.
Atur perabotan dengan baik agar tidak menghalangi cahaya.

B.Lampu luar ruangan
Gunakan Lampu taman Tenaga Solar Yang akan menyala Automatis dimalam Hari dan Mati saat matahari muncul. MAHAL! Tidak sekali lagi ini untuk efisiensi dan investasi kedepan.
Gunakan lampu LED dengan sensor cahaya pada area luar ruangan.
Instalasikan listrik dengan sakiar Terpusat sehingga mudah untuk mengatur pemakaian lampu sesuai kebutuhan.
Tips menghemat listrik pada penggunaan kulkas
Pintu kulkas harus ditutup rapat, buka jika perlu.
Atur suhu kulkas sesuai kebutuhan.
Jangan memasukkan makanan dan minuman yang masih panas.
Tempatkan kulkas jauh dan sumber panas.

Tips menghemat listrik pada penggunaan AC
Matikan AC bila ruangan tidak dipergunakan dalam waktu Iama
Nyalakan AC 1 jam sesudah jam kerja dimulai dan matikan AC 1 jam sebelum jam kerja berakhir.
Tutup pintu dan jendela jika AC sedang menyala.
Atur suhu AC sesuai kebutuhan, sekitar 23-25°C, semakin dingin suhu semakin besar konsumsi listriknya.
Pergunakan kaca film pada jendela ruangan.
Gunakan timer untuk mengatur pemakaian agar sesuai kebutuhan.
Bersihkan AC secara berkala.
Tips menghemat listrik pada penggunaan mesin fotocopy
Pergunakan fungsi “energy saver” pada mesin fotocopy jika mesin tidak digunakan.
Langsung matikan mesin (tombol power off atau cabut stop kontak) jika tidak digunakan dalam waktu yang sangat lama, misalkan pada jam istirahat atau jam pulang kantor.
Tips menghemat listrik pada penggunaan peralatan audio video
Atur volume sesuai kebutuhan.
Sebaiknya matikan alat jika tidak digunakan, hindari penggunaan “standby mode”.
Jika tersedia, pergunakan fungsi timer sebaik-baiknya untuk mengatur pemakaian peralatan.
Bila perlu, gunakan stop kontak dengan sakiar on/off, agar lebih mudah mematikan peralatan listrik.
Tips menghemat listrik pada penggunaan komputer dan printer
Matikan layar monitor apabila istirahat.
Hindari penggunaan screensaver, karena akan merubah setting layar monitor untuk selalu aktif.
Pergunakan resolusi display dan brightness yang rendah.
Pergunakan wallpaper dengan warna hitam.
Atur “Power Setting” agar monitor dapat menset power “off’ secara otomatis.
Matikan komputer (CPU) UPS dan monitor bila tidak digunakan dalam waktu lama.
Tips menghemat listrik pada penggunaan pompa air
Gunakan Tangki penampungan (tandon), Gunakan Stopkran Central untuk mengatur Arah Aliran Air sesuai Kebutuhan
Gunakan Timer beserta auto stop Kran agar Aliran Air Berhenti sesuia dengan waktu yang telah diatur.
Batasi penggunaan air untuk utilitas seperti air Mencuci kendaraan lebih lebih kenderaan pribadi. Penggunaan air untuk proyek pembangunan gedung kantor dan sebagainya.
Ada baiknya untuk memeriksa instalasi saluran air, terutama untuk menghindari kebocoran air
Gunakan auto stop Water sprinkle untuk menyiram tanaman.


Source: http://greensavitri.blogspot.com/2011/07/hemat-energi-di-kantor.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar